Ikhlas

untuk pergipun aku butuh “ikhlas” dan untuk rindupun aku butuh “sadar diri”

“di suatu titik kamu akan sadar kalau kamu sudah memberikan begitu banyak untuk seseorang ,sehingga yang bisa kamu lakukan akhirnya hanyalah berhenti.pergilah.bukan berarti kamu menyerah ,dan bukan berarti kamu tidak mencoba.kamu harus mengetahui bedanya determinasi keputusasaan.apa yang memang milikmu pasti akan jadi milikmu,dan apa yang bukan ,sebagaimana kamu mencoba,tidak akan pernah jadi milikmu

terkadang kamu harus mengikhlaskan seseorang yang di harapkan oleh orang lain

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai